1. James Butler VS Richard Grant
Butler adalah seorang pejuang muda yang sangat menjanjikan dari New York City, dikenal dengan julukan "Harlem Hammer".
Pada bulan November 2001, James Butler bertanding melawan Richard "The Alien" Grant. Pertarungan ini merupakan acara amal untuk korban yang selamat dari serangan 11 September.
Setelah kalah oleh keputusan dengan suara bulat, Butler berjalan ke tengah ring untuk mengucap selamat pada Grant.
Grant bereaksi dengan meregangkan tangannya dalam gerakan untuk merangkul.Sebaliknya, Butler (yang sudah menanggalkan sarung tinjunya) melemparkan pukulan kuat ke wajah Grant.
Richard Grant menderita banyak luka wajah termasuk rahang patah, lidah sobek dan beberapa jahitan.Butler, pada gilirannya, ditangkap dan dihukum karena penyerangan, dan dipenjara atas serangan itu.
Sayangnya, cerita tidak berakhir di situ. James Butler melanjutkan karir setelah kejadian ini, tapi tidak pernah bisa menduplikasi kesuksesan sebelumnya.
Pada bulan Oktober tahun 2004, Butler ditangkap dan didakwa atas pembunuhan Sam Kellerman, saudara dari analis Tinju dari HBO Max Kellerman, dengan palu, dan kemudian membakar mayatnya di perapian. Butler mengaku bersalah pada tahun 2006, dan dijatuhi hukuman 29 tahun penjara.
2. Don King
Tidak sembarang orang bisa memiliki waralaba sepak bola profesional. Tidak sembarang orang bisa memiliki waralaba bisbol. Tapi siapapun dapat menjadi Promotor perkelahian, bahkan pembunuh yang pernah dihukum karena membunuh operator dari Cleveland.
Pada tahun 1974, Don King secara besar-besaran mempromosikan pertarungan tinju profesional pertamanya dan ternyata menjadi terkenal karena menampilkan Ali vs Foreman "Rumble in the Jungle" di Zaire.
Mega-event ini langsung mengubah king menjadi promotor utama dalam tinju selama 30 tahun ke depan.
Namun, sayangnya sang pemain utama ini suka bermain kotor; banyak eksploitasi dari King yang disembunyikan.
Dia telah melakukan penipuan demi penipuan di setiap dan hampir semua petinju muda yang dijanjikan untuk bergabung dengan sasananya.
Don king telah diindikasikan terlibat dalam: pembunuhan, penyuapan, pencurian, taruhan, pelanggaran kontrak, dan pemerasan yang dibantu mafia. Larry Holmes pernah berkata, "Don King merubah gaya rambutnya seperti itu agar dia dapat menyembunyikan tanduknya".
3. Korupsi Richard Steele
Sebuah peristiwa yang sangat langka terjadi pada tanggal 17 Maret 1990. Pada malam ini dua juara tak terkalahkan, baik di kelas berat dan dalam pertandingan utama mereka, berjuang satu sama lain.
Julio Cesar Chavez yang mempunyai rekor pertandingan 68 kali menang dan tidak pernah kalah (dipromotori oleh Don King) bertemu peraih medali emas Olimpiade tak terkalahkan, dan juara kelas menengah, Meldrick Taylor.
Chavez adalah favorit juara tapi Taylor yang mendominasi pertarungan dari bel pembukaan. Pada akhir ronde kecepatan Taylor mulai berkurang namun ia masih memimpin dalam perolehan nilai termasuk di ronde terakhir.
Beberapa saat sebelum akhir pertandingan, Chavez mencetak knockdown tapi Taylor bangkit berdiri dengan cepat.pertandingan terus terjadi, Taylor akan tetap dimenangkan dengan keputusan suara bulat, tapi itu tidak terjadi.
Wasit pertarungan, Richard Steele, menghentikan pertandingan saat waktu tersisa 2 detik di ronde terakhir, dan memberi kemenangan kepada Chavez.
Terjadilah protes langsung dari pihak Taylor, tapi Nevada State Athletic Commission (badan yang integritasnya sering dipertanyakan) bersikeras dengan keputusan akhir ini.
Karir dan kesehatan Taylor selanjutnya hancur dan dicuri, hal ini menjadi ritual yang disukai petinju Don King, yang hobi menodai sportifitas olahraga Tinju.
4. Skandal IBF
IBF adalah badan tinju utama yang berbasis di New Jersey. Masing-masing badan tinju mempunyai juara dari versinya. Juara hanya diperbolehkan untuk melawan petinju peringkat di atas 15. Peringkat komite menentukan siapa yang mendapatkan peringkat.
Ketua komite penentu Peringkat memiliki keputusan terakhir dan terkenal dengan korupsinya. Pada bulan November 1999, Presiden IBF Bob Lee Sr didakwa dan dihukum atas tuduhan banyak pemerasan.
Lee bersekongkol dengan ketua peringkat lainnya, C. Douglass Beavers, untuk rig sistem peringkat dengan mendukung petinju yang promotornya berani membayar suap pada mereka lebih besar.
Duo ini secara rutin menghasilkan ratusan ribu dolar dari orang seperti Don King dan Cedric Kushner, sebagai imbalan atas penggelembungan peringkat pertarungan mereka. Promotor yang tidak membayar tidak mendapatkan gelar.
Hasilnya adalah sebuah sistem yang benar-benar korup yang tidak berdasarkan prestasi. Inilah salah satu sisi gelap olahraga tinju.
5. Kematian Duk Koo Kim
Seorang superstar di Korea Selatan, Kim telah naik sampai ke peringkat satu petinju kelas ringan dan mencoba meraih gelar juara dunia melawan Ray "Boom Boom" Mancini, pada tanggal 13 November 1982.
Pertarungan itu sangat brutal, khususnya untuk Kim, yang telah mulai terjatuh di ronde akhir setelah menerima begitu banyak pukulan yang luar biasa dari sang juara.
Pada bagian awal ronde 14, Mancini memukul Kim dengan tangan kanan yang menyebabkan dia terhempas menuju tali ring dan lalu menghantamkan kepalanya di kanvas.
Kim berhasil bangkit, tetapi perkelahian itu dihentikan oleh wasit. Beberapa menit kemudian Duk Koo Kim jatuh dan mengalami koma, dibawa keluar dari ring dan langsung ke rumah sakit.
Tragisnya, bintang tinju Korea ini meninggal 4 hari kemudian dari trauma otak parah. Dari ratusan korban ring tinju yang pernah dicatat, kematian Kim adalah salah satu yang paling menyedihkan.
Lawan Kim, Ray Mancini, tidak akan pernah lagi menjadi petarung kaliber yang sama, dan secara luas mengumumkan bahwa ia menyalahkan dirinya sendiri atas kematian Kim.
Ibu Kim melakukan bunuh diri tiga bulan setelah kematian anaknya dengan minum sebotol pestisida.Wasit pertarungan, Richard Green, dirundung oleh rasa bersalah, juga melakukan bunuh diri tidak lama setelah kematian kim.
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=415914046
![]() |
| James Butler |
Butler adalah seorang pejuang muda yang sangat menjanjikan dari New York City, dikenal dengan julukan "Harlem Hammer".
Pada bulan November 2001, James Butler bertanding melawan Richard "The Alien" Grant. Pertarungan ini merupakan acara amal untuk korban yang selamat dari serangan 11 September.
Setelah kalah oleh keputusan dengan suara bulat, Butler berjalan ke tengah ring untuk mengucap selamat pada Grant.
Grant bereaksi dengan meregangkan tangannya dalam gerakan untuk merangkul.Sebaliknya, Butler (yang sudah menanggalkan sarung tinjunya) melemparkan pukulan kuat ke wajah Grant.
Richard Grant menderita banyak luka wajah termasuk rahang patah, lidah sobek dan beberapa jahitan.Butler, pada gilirannya, ditangkap dan dihukum karena penyerangan, dan dipenjara atas serangan itu.
Sayangnya, cerita tidak berakhir di situ. James Butler melanjutkan karir setelah kejadian ini, tapi tidak pernah bisa menduplikasi kesuksesan sebelumnya.
Pada bulan Oktober tahun 2004, Butler ditangkap dan didakwa atas pembunuhan Sam Kellerman, saudara dari analis Tinju dari HBO Max Kellerman, dengan palu, dan kemudian membakar mayatnya di perapian. Butler mengaku bersalah pada tahun 2006, dan dijatuhi hukuman 29 tahun penjara.
2. Don King
![]() |
| Don King |
Pada tahun 1974, Don King secara besar-besaran mempromosikan pertarungan tinju profesional pertamanya dan ternyata menjadi terkenal karena menampilkan Ali vs Foreman "Rumble in the Jungle" di Zaire.
Mega-event ini langsung mengubah king menjadi promotor utama dalam tinju selama 30 tahun ke depan.
Namun, sayangnya sang pemain utama ini suka bermain kotor; banyak eksploitasi dari King yang disembunyikan.
Dia telah melakukan penipuan demi penipuan di setiap dan hampir semua petinju muda yang dijanjikan untuk bergabung dengan sasananya.
Don king telah diindikasikan terlibat dalam: pembunuhan, penyuapan, pencurian, taruhan, pelanggaran kontrak, dan pemerasan yang dibantu mafia. Larry Holmes pernah berkata, "Don King merubah gaya rambutnya seperti itu agar dia dapat menyembunyikan tanduknya".
3. Korupsi Richard Steele
![]() |
| Richard Steele |
Julio Cesar Chavez yang mempunyai rekor pertandingan 68 kali menang dan tidak pernah kalah (dipromotori oleh Don King) bertemu peraih medali emas Olimpiade tak terkalahkan, dan juara kelas menengah, Meldrick Taylor.
Chavez adalah favorit juara tapi Taylor yang mendominasi pertarungan dari bel pembukaan. Pada akhir ronde kecepatan Taylor mulai berkurang namun ia masih memimpin dalam perolehan nilai termasuk di ronde terakhir.
Beberapa saat sebelum akhir pertandingan, Chavez mencetak knockdown tapi Taylor bangkit berdiri dengan cepat.pertandingan terus terjadi, Taylor akan tetap dimenangkan dengan keputusan suara bulat, tapi itu tidak terjadi.
Wasit pertarungan, Richard Steele, menghentikan pertandingan saat waktu tersisa 2 detik di ronde terakhir, dan memberi kemenangan kepada Chavez.
Terjadilah protes langsung dari pihak Taylor, tapi Nevada State Athletic Commission (badan yang integritasnya sering dipertanyakan) bersikeras dengan keputusan akhir ini.
Karir dan kesehatan Taylor selanjutnya hancur dan dicuri, hal ini menjadi ritual yang disukai petinju Don King, yang hobi menodai sportifitas olahraga Tinju.
4. Skandal IBF
![]() |
| IBF Belt |
Ketua komite penentu Peringkat memiliki keputusan terakhir dan terkenal dengan korupsinya. Pada bulan November 1999, Presiden IBF Bob Lee Sr didakwa dan dihukum atas tuduhan banyak pemerasan.
Lee bersekongkol dengan ketua peringkat lainnya, C. Douglass Beavers, untuk rig sistem peringkat dengan mendukung petinju yang promotornya berani membayar suap pada mereka lebih besar.
Duo ini secara rutin menghasilkan ratusan ribu dolar dari orang seperti Don King dan Cedric Kushner, sebagai imbalan atas penggelembungan peringkat pertarungan mereka. Promotor yang tidak membayar tidak mendapatkan gelar.
Hasilnya adalah sebuah sistem yang benar-benar korup yang tidak berdasarkan prestasi. Inilah salah satu sisi gelap olahraga tinju.
5. Kematian Duk Koo Kim
![]() |
| Duk Koo Kim |
Pertarungan itu sangat brutal, khususnya untuk Kim, yang telah mulai terjatuh di ronde akhir setelah menerima begitu banyak pukulan yang luar biasa dari sang juara.
Pada bagian awal ronde 14, Mancini memukul Kim dengan tangan kanan yang menyebabkan dia terhempas menuju tali ring dan lalu menghantamkan kepalanya di kanvas.
Kim berhasil bangkit, tetapi perkelahian itu dihentikan oleh wasit. Beberapa menit kemudian Duk Koo Kim jatuh dan mengalami koma, dibawa keluar dari ring dan langsung ke rumah sakit.
Tragisnya, bintang tinju Korea ini meninggal 4 hari kemudian dari trauma otak parah. Dari ratusan korban ring tinju yang pernah dicatat, kematian Kim adalah salah satu yang paling menyedihkan.
Lawan Kim, Ray Mancini, tidak akan pernah lagi menjadi petarung kaliber yang sama, dan secara luas mengumumkan bahwa ia menyalahkan dirinya sendiri atas kematian Kim.
Ibu Kim melakukan bunuh diri tiga bulan setelah kematian anaknya dengan minum sebotol pestisida.Wasit pertarungan, Richard Green, dirundung oleh rasa bersalah, juga melakukan bunuh diri tidak lama setelah kematian kim.
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=415914046







0 komentar:
Posting Komentar